3 November 2023, Los Angeles — Aktres terkenal dan aktivis kemanusiaan, Angelina Jolie, mengeluarkan pernyataan tajam yang menyuarakan keprihatinan mendalamnya terhadap situasi yang sedang terjadi di Palestina. Melalui konferensi pers di markas besar organisasi kemanusiaan yang didirikannya, Jolie secara lugas menyebutkan bahwa Gaza telah menjadi "kuburan massal" akibat serangan yang terus berlanjut.
Gaza, wilayah yang telah lama dilanda konflik antara Palestina dan Israel, kembali menjadi fokus perhatian dunia setelah serangkaian kekerasan yang memakan korban jiwa dan merusak infrastruktur penting. Angelina Jolie, yang telah lama berkomitmen untuk membela hak asasi manusia, mengecam keras serangan terhadap warga sipil dan mempertanyakan keberlanjutan dari apa yang dia sebut sebagai "pembantaian tidak berperikemanusiaan."
"Kami menyaksikan tragedi kemanusiaan yang tidak dapat diterima di Gaza. Setiap serangan yang mengakibatkan korban jiwa, terutama pada anak-anak, adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan," kata Jolie, dengan suara gemetar.
Ia menyerukan kepada komunitas internasional untuk bertindak tegas dan segera menghentikan spiral kekerasan yang telah memporak-porandakan kehidupan rakyat Palestina. Jolie juga menyoroti urgensi dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada mereka yang terdampak, terutama di bidang kesehatan, makanan, dan perlindungan bagi anak-anak yang menjadi korban langsung dari konflik tersebut.
Sementara dunia terus menyaksikan ketegangan antara Palestina dan Israel, pernyataan kuat Angelina Jolie ini menyoroti pentingnya perdamaian dan kebutuhan akan perlindungan terhadap warga sipil di zona konflik. Sebagai seorang figur publik yang memiliki pengaruh besar, harapannya adalah agar seruan perdamaian ini tidak hanya didengar, tetapi juga direspons secara konkret oleh para pemimpin dunia.
Kontroversi ini terus memicu tuntutan moral dan etika dalam komunitas internasional, dan pernyataan Jolie menegaskan kembali urgensi penyelesaian damai yang mengakhiri penderitaan rakyat Gaza dan Palestina pada umumnya.

