Fuji, selebriti dengan jutaan pengikut di Instagram, mendapati dirinya dalam pusaran kontroversi setelah chat berisi caci maki terhadap salah satu karyawannya tersebar luas di dunia maya. Kejadian ini memunculkan kehebohan di media sosial dan memaksa Fuji untuk merespons dengan permintaan maaf yang diiringi dengan penjelasan terkait masalah gaji yang ditunda.
Didampingi oleh kuasa hukumnya, Sandy Arifin, Fuji mengakui adanya masalah dalam sistem penggajian yang dikelolanya. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa gaji para karyawan telah ditransfer, menyatakan bahwa aspek keuangan dengan bawahan telah diselesaikan.
Dalam permintaan maafnya, Fuji menyampaikan penyesalan atas kejadian tersebut. Namun, ia juga menyoroti bahwa manajernya, yang bernama Viena, telah berkoordinasi dengan seorang karyawan berinisial A terkait permasalahan ini. Fuji menyayangkan bahwa A tidak berkomunikasi secara baik-baik, tidak memberikan pemberitahuan atau pamitan dengan layak.
Fuji menegaskan bahwa dirinya tidak membuka pintu untuk A, mengklaim bahwa yang diinginkannya hanyalah meminta maaf kepada publik atas insiden ini. Sebagian isi chat yang tersebar memuat kata-kata kasar, yang menurut Fuji, merupakan respons terhadap perilaku kurang ajar dari karyawan tersebut.
Kendati demikian, Fuji menjelaskan bahwa keinginannya hanya untuk meminta maaf jika perkataan atau perbuatannya telah menyinggung hati seseorang. Ia juga menyoroti bahwa karyawan tersebut baru saja bergabung selama sekitar 2 bulan.
Salah satu chat yang tersebar memuat kalimat-kalimat kasar yang mengindikasikan ketegangan antara Fuji dan karyawan yang bersangkutan. Sejumlah netizen terkejut dan menyayangkan isi chat tersebut, menilai bahwa komunikasi yang terjalin jauh dari tata krama yang seharusnya.
Kasus ini menjadi sorotan di media sosial, mengingat ketenaran Fuji sebagai seorang selebriti. Komentar dari publik pun beragam, mulai dari kekecewaan hingga penilaian terhadap manajemen internal yang dijalankan oleh Fuji dalam menangani karyawan.
Sementara Fuji telah meminta maaf, kasus ini tetap menjadi pembelajaran bagi banyak orang dalam hal tata cara komunikasi, manajemen, dan tanggung jawab, terutama dalam lingkup selebriti yang memiliki pengaruh besar di masyarakat.

